Senin, 12 November 2012

Kisah Seorang Penambal Ban yang jadi Milyarder

 
Niat Pengen Nasib Jadi Lebih Baik ?

Ternyata untuk mengubah nasib itu, nggak susah kok!

Beberapa waktu yang lalu, kebetulan saya sempat menyaksikan acara Wisata Hati di ANTV jam 5.00 Wib yang di bawakan langsung oleh Ust. Yusuf Mansyur.

Ust. Yusuf Mansyur cukup terkenal di kalangan kita sebagai Ust yg konsisten mengusung materi "Sedekah" sebagai Solusi dari berbagai permasalahan dan problematika Hidup.

Mendengar dan menyimak ceramah Beliau yg begitu luar biasa rasanya hidup ini jadi tetap semangat dan optimis menghadapi masa depan yg bagimanapun suramnya menurut perspektif kita sbg manusia biasa.

Pagi itu Beliau bercerita tentang seorang penambal Ban.

Suatu ketika di tahun 2008, Beliau lagi pengen menambal ban yg bocor dan akhirnya Beliau ketemu seorang Pemuda tukang tambal ban yg ternyata membawa kenangan yg cukup mendalam di hati Beliau.

Ceritanya Ust. Yusuf Mansyur sangat tertarik ketika melihat wajah Pemuda tsb yg terlihat cukup rapi utk ukuran seorang Tukang tambal ban. Akhirnya Beliau bertanya tentang latar belakang Pemuda tsb dan ternyata Pemuda tsb memang berlatar pendidikan yg cukup tinggi yaitu Sarjana Akuntansi...

Wah....luar biasa pikir Beliau seorang sarjana mau menjadi tukang tambal ban......

"Nggak pp Pak Ustadz yg penting pekerjaan saya halal" demikian jawab Pemuda tsb.

Ketika ditanya Beliau, sdh berapa lama jadi Penambal ban ? ...Nah disinilah menurut Ustadz Mansyur permasalahan yg cukup serius....ternyata Pemuda tsb lulus S1 tahun 2000 nganggur 6 tahun s/d 2006, dan sejak 2 tahun yg lau kerja sbg Tukang tambal sampai Thn 2008 ketika ketemu Ust. Yusuf Mansyur tsb.

Karena perihatin Beliau tanya berapa penghasilan per hari nya ? Ternyata di jawab Pemuda tsb rata2 Rp. 15 ribu per hari.

Akhirnya setelah selesai menambal ban, Pak Ustadz berpesan " Anak muda, coba lakukan ini, baca Surah Alwaqiah tiap Pagi dan Sore dan sedekahkan pendapatan mu, Moga Insya Allah penghidupan mu akan berubah"....

Singkat cerita karena kepadatan jadwal beliau dalam berdakwah, Pak Ustadz sdh tdk ingat lagi peristiwa tsb, tiba-2 di bulan Juni 2009 , +/- 1,5 tahun kemudian, ada undangan pembukaan sebuah Franchise dengan total Investasi +/- Rp. 5 Milyar.

Pada awalnya Pak Ustadz sempat bingung siapa yg mengundang ?, setelah di teliti dan dicari informasi....... ternyata Pemuda Sang Penambal Ban itulah yg mengundang Beliau........ Subhanallah.

Ketika Beliau ketemu langsung dgn si Pemuda dan ditanya gimana ceritanya bisa berubah demikian dahsyatnya.....

Dengan jawaban yg ringkas dan sederhana Pemuda tsb menjawab :

" Tidak ada strategi yg khusus Pak Ustadz, saya hanya menerapkan pesan Bpk 1,5 tahun yg lalu, yaitu rutin dan istiqomah baca Surah Alwaqiah setiap pagi dan sore/malam, serta rajin bersedekah, itu saja, tapi dampaknya usaha dan ikhtiar saya selalu dimudahkan hingga bisa seperti sekarang ini....".

Subhanallah.....ternyata utk merubah nasib tdk susah, cukup yakini ayat-ayatNYA dan rajin2 lah bersedekah....

Yang lebih dahsyat adalah ketika Pak Ustadz nanya : " Kamu tahu tidak maksud dan arti ayat2 yg ada dalam surah Alwaqiah tsb ?"

"Tidak Pak Ustadz, saya hanya tahu membacanya aja" Jawab Pemuda tsb.

"Oke, kalau arti Surah Alwaqiah aja, tahu nggak ? " kejar Pak Ustadz.

Dengan polosnya Pemuda tsb menjawab " Nggak tahu juga Pak Ustadz"

Subhanallah, Allahuakbar........inilah luar biasanya Alquran, orang yang membaca dan meyakininya saja meskipun tdk tahu artinya sama sekali bisa merasakan dampak dan berkah yang luar biasa........apalagi kalau kita juga membaca, dan mau mempelajari shg mengerti arti dan maksud yg kita baca...tentunya dampaknya akan sangat2 luar biasa....

So...mari saat ini juga kita budayakan baca Alquran setiap hari....Tiada hari tanpa Alquran....dan kita pupuk kebiasaan gemar bersedekah...Moga kita diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat, Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin.

(Disadur dan diintisarikan dari Acara Wisata Hati by Ustadz Yusuf Mansyur, di ANTV, hari Selasa, tgl. 25 Sept 2012. Jam 05.00 wib )

Note : Acara Wisata Hati by Ustadz Yusuf Mansyur, dapat disaksikan setiap hari jam 05.00 wib pagi, di ANTV.

..MENGAPA TIDAK BOLEH MENIUP MAKANAN & MINUMAN...



Bimillahi minal Awwali wal Akhiri ... Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?

Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.

Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan "Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya". (HR. At Turmudzii).

Awalnya saya tidak mengetahui hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.

Begitu juga ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman,itu juga yang saya lakukan kepada anak saya.

Dan alhamdulillah ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa: apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. dan saya ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

alasan kedua adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.

Ulasan yang saya sampaikan, mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu lebih luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia.

Kewajiban kita hanyalah mendengar dan menta'ati-Nya Perkara hikmah apa yang ada dalam larangan itu, urusan belakangan. Yang penting kita sudah mencoba mentaati-Nya.