Senin, 12 November 2012
..MENGAPA TIDAK BOLEH MENIUP MAKANAN & MINUMAN...
Bimillahi minal Awwali wal Akhiri ... Seringkali kita melihat, seorang
Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup
makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang
dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia
meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?
Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.
Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan "Bahwasanya Nabi
Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau
meniupnya". (HR. At Turmudzii).
Awalnya saya tidak mengetahui
hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai
suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu
hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.
Begitu juga
ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha
mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman,itu
juga yang saya lakukan kepada anak saya.
Dan alhamdulillah
ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis
kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa: apabila
kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon
dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3,
yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. dan saya
ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita
ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil
bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu
sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada
kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan
reaksi kimia seperti di atas.
alasan kedua adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan
saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang
ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau
bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada
partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal
dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat
juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme
ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah
yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa
partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan
yang ditiup.
Ulasan yang saya sampaikan, mungkin bukan
hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu lebih luas dari ilmu
manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah
lainnya yang belum terungkap oleh manusia.
Kewajiban kita
hanyalah mendengar dan menta'ati-Nya Perkara hikmah apa yang ada dalam
larangan itu, urusan belakangan. Yang penting kita sudah mencoba
mentaati-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)
